KPU Kabupaten Kepulauan Talaud Ikuti Webinar “Cybertroops ala KPU: Pemanfaatan Big Data Analytics untuk Perbaikan Demokrasi di Indonesia”
Melonguane,kab-kepulauantalaud.kpu.go.id - KPU Kabupaten Kepulauan Talaud turut berpartisipasi dalam webinar nasional bertajuk “Cybertroops ala KPU: Pemanfaatan Big Data Analytics untuk Perbaikan Demokrasi di Indonesia” yang diselenggarakan oleh KPU RI pada 5 Desember 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom dan diikuti oleh jajaran KPU provinsi maupun kabupaten/kota dari seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas di bidang teknologi informasi dan penguatan literasi digital kepemiluan.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) KPU RI, yang menekankan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini tidak hanya menghadirkan kemudahan, tetapi juga tantangan besar berupa arus informasi masif yang perlu dikelola secara cermat. Beliau menekankan bahwa big data analytics menjadi instrumen penting bagi KPU dalam memastikan setiap informasi yang beredar dapat diidentifikasi secara cepat, khususnya terkait potensi disinformasi yang dapat mengganggu stabilitas demokrasi.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Divisi Data dan Informasi KPU RI, yang menyoroti pentingnya kesiapan jajaran KPU dalam menghadapi dinamika ruang digital menjelang tahapan pemilu. Beliau menyampaikan bahwa pendekatan data-driven sangat diperlukan agar KPU dapat menjalankan fungsi pelayanan publik secara optimal, transparan, dan akuntabel. Selain itu, pemanfaatan big data juga dinilai mampu memperkuat tata kelola data pemilih serta membantu mendeteksi pola-pola manipulasi informasi di dunia maya.
Webinar ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Bangkit Wiryawan, dosen Universitas Diponegoro, serta Wijayanto, Wakil Rektor 4 Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Universitas Diponegoro. Kedua narasumber memaparkan materi terkait strategi menghadapi fenomena “cybertroops,” analisis perilaku digital, serta bagaimana big data digunakan untuk memahami pola penyebaran informasi, termasuk hoaks dan ujaran kebencian yang sering muncul pada momentum kepemiluan.
Dalam presentasinya, para narasumber juga menguraikan bagaimana KPU dapat memanfaatkan big data analytics untuk memperkuat transparansi proses pemilu, meningkatkan responsivitas terhadap isu publik, serta mengidentifikasi tren pergerakan opini di media sosial. Pendekatan ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa penyelenggaraan pemilu tetap berada dalam koridor demokratis, sekaligus mampu merespons tantangan zaman yang semakin kompleks.
Melalui keikutsertaan dalam webinar ini, KPU Kabupaten Kepulauan Talaud memperoleh wawasan dan pemahaman baru dalam pengelolaan data dan informasi digital. Diharapkan, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, khususnya dalam mendukung berbagai tahapan pemilu agar semakin adaptif, informatif, dan modern. Partisipasi ini juga menjadi komitmen KPU Talaud untuk terus meningkatkan profesionalitas dan kapasitas internal dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.